Kamis, 09 November 2017

Jika Penyair Ulang Tahun, Beginilah yang Terjadi Pada Swara Sastra Tumpeng

Foto: Prosesi tumpeng Swara Sastra. 
BERTEMPAT di kediaman Syarief Rahmadi tepatnya di daerah Silandak Selatan Ngaliyan Kota Semarang digelar hajatan yang bertemakan, "Swara Sastra: Tumpeng." Apa sebenarnya acara tersebut? Ternyata acara tersebut adalah perayaan ulang tahun yang memiliki hajat yakni Syarief Rahmadi.

Inilah keunikan yang rerjadi yakni perayaan ulang tahun dirayakan dengan pagelaran sastra seperti pembacaan puisi dan musikalisasi puisi. Hal ini wajat karena saat ini Syarief Rahmadi aktif di dunia kesusastraan di kotanya yakni kota Semarang.

Acara dibuka dengan musikalisasi puisi oleh Aan Nawi, selanjutnya pagelaran pembacaan puisi oleh para penyair. Hadir dalam acara tersebut penyair Slamet Unggul, Aria Wibawa yang ditemani istrinya, Lukni Maulana, dan penggagas Puisi Patidusa Agung Wibowo. Bahkan dihadiri budayawan Semarang yang saat ini mendirikan Yayasan Akademi Semarang yakni Djawahir Muhammad.

Djawahir Muhammad mengatakan bawasanya acara semacam ini akan mempererat tali persaudaraan, bukan kuantitas yang dicari tapi kebersamaan dalam nguri-nguri budaya seperti kegiatan sastra yang terus berkembang saat ini. 

"Semoga bertambahnya usia, bertambah pula karya yang dihasilkan dan keluarga diberikan srnantiasa diberikan keberkahan," tutupnya

Syarief Rahmadi menuturkan bawasanya ia sangat bersyukur para sedulur bisa hadir dalam merayakan ulang tahunnya yang ke lima puluh tahun dengan suasana sastra semacam ini.

Acara Swara Sastra: Tumpengan ditutup drngan pemotongan nasi tumpeng oleh Syarief Rahmadi yang diberikan kepada budayawan Sarang Djawahir Muhammad. 
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar